Mitsubishi melihat Asia Tenggara sebagai pasar strategis untuk perkembangan kendaraan listrik. Wilayah ini membutuhkan mobil listrik yang efisien, harga terjangkau, dan mudah dirawat. Karena itu Mitsubishi mengembangkan strategi elektrifikasi bonus new member 100 yang berbeda dari pesaingnya.
Fokus pada EV Ringan dan PHEV
Mitsubishi menyadari bahwa infrastruktur charging di Asia Tenggara belum optimal. Solusinya:
-
EV kompak seperti eK X EV yang hemat energi
-
PHEV dengan kemampuan jelajah jauh dan fleksibel
-
SUV ringan elektrik untuk pasar urban
Pendekatan ini membuat kendaraan listrik lebih mudah diakses masyarakat luas.
Biaya Produksi Efisien
Mitsubishi melakukan:
-
localized manufacturing
-
pengembangan baterai yang lebih murah tapi aman
-
platform modular yang bisa dipakai banyak model
Strategi ini menurunkan harga jual tanpa mengorbankan kualitas.
Investasi di Indonesia & ASEAN
Mitsubishi:
-
membangun fasilitas riset EV
-
memperkenalkan Outlander PHEV ke instansi pemerintah
-
mendukung uji coba infrastruktur V2H
-
meluncurkan program edukasi elektrifikasi
Semua langkah ini diarahkan agar pengguna di ASEAN lebih cepat beradaptasi dengan mobil listrik.
Penutup
Dengan strategi EV kompak dan PHEV terjangkau, Mitsubishi menempatkan dirinya sebagai brand paling realistis untuk pasar elektrifikasi Asia Tenggara, terutama Indonesia.